Unduh - Lirik - Sang Saka by Patriot

Acara Music

Music News

Minggu, 27 Februari 2011

Improving Your Stage Presence

Many musicians spend years without giving their stage presence a single thought. After all, it's all about the music, right?

Yes, but...

The way the band looks on stage plays a huge part in capturing the attention of the audience. The visual image you project matters. The eyes, as well as the ears, need to be satisfied if an audience member is to become a fan.

You can see this at work with every successful musical act. The way the group looks and acts on stage affects the way you experience the music. The greatest artists capture your attention through their sheer power as performers. Think Tina Turner - her presence and image are hugely important in her popularity.

One common misconception among musicians is that "stage presence" means dressing, moving, and acting in an unnatural way. This need not be so. In fact, the best "image" of all is one that is truly YOU, truly original. Don't feel that just because "all" guitarists jump around, you have to follow suit. Style comes from learning to express your true self in front of your audience, combined with the confidence of experience.

Source : indie-music.com

Clothes

It's not necessary to dress in matching costumes (which does work for some bands!), but be sure to project the band's "vibe" in the clothing your wear on stage (or in photos). It's great to be extravagant, which makes you memorable. But it's also OK to be subdued if that's your style. Just make sure you are comfortable in the clothes.

Source : indie-music.com

Attitude

The most important thing here is just to HAVE an attitude, some kind of attitude. Nothing is more boring when watching a band than to see musicians standing up there doing... nothing. To continue your image building, your attitude should match the style of your music. (Folk Singers are usually "polite", hard rockers "rowdy", goth bands "serious", etc., but like all rules, this one can be broken.) Do ANYTHING except stand there staring at the floor. Move around, dance, mosh, jump, whatever.

Source : indie-music.com

Working the Audience

Make sure you interact with your audience. Make friends with them. Look at them, talk to them between songs, tell jokes, give away drinks or CDs. Don't have those dreaded silent minutes when the audience is waiting while the bassist tunes. Say something witty instead. Be the life of the party. Also work the crowd between sets.

Source : indie-music.com

Lighting and Staging

Another visual addition to add interest to the show and draw in the listeners. You can use creative lighting effects, props, ramps, platforms, banners, etc. to make your show more appealing to the eye.

Source : indie-music.com

Iprovement Ideas

Practice in a room with full length mirrors. See which movements look good, and which come across as awkward. Practice facing the mirror, as you would do in a live performance.

Videotape your performances and practices. Play full sets, and later watch the tapes to analyze your stage presence.

Mentally prepare for performances by getting into the right frame of mind. Breathe properly, and remember that this is about fun and expression. That's why they call it "playing".

Work towards completely revealing yourself in your performance, never holding back. Suspend your fears of screwing up and let it all out. It sounds silly, but the best performers do just that. Once you have perfected your parts through rehearsals, forget all the technicalities and instead utilize inspiration on stage.

Allow yourself to "play a role" while performing, if you like. Some people have a sort of "alter ego" on stage that is less inhibited than their normal personality.

In the end, good stage presence is simple - don't be BORING. You're free to do whatever you like as long as it is visually interesting. All you have to do is spend a little time working on it, and you'll improve the quality of your live shows by leaps and bounds.

Source : indie-music.com

Rabu, 14 April 2010

Daftar SMA Negeri di Depok

SMAN 1 DEPOK Jl. Nusantara Raya 317 Pancoran Mas, Depok Website
SMAN 2 DEPOK Jl. Gede Raya No.177 Depok II Timur Website
SMAN 3 DEPOK Jl. Raden Saleh No.45 Sukmajaya, Depok – 16412 Website

SMAN 4 DEPOK Jl. Jeruk Raya No 1 Komp Sukatani Permai Depok – 16954 Website
SMAN 5 DEPOK Jl. Bukit Riveria Sektor IV Sawangan Depok Website
SMAN 6 DEPOK Jl. Raya Limo No.30 Kecamatan Limo Depok – 16515 Website

Sabtu, 07 November 2009

Sejarah Kota Depok

Pada tanggal 18 Mei 1696 seorang saudagar Belanda eks VOC bernama Cornelis Chastelein membeli tanah di wilayah dusun yang kini disebut Depok, seluas 1224 hektar dengan harga 700 Ringgit. Selain itu, Cornelis Chastelein juga membeli tanah di wilayah lain, yakni; Jatinegara, Kampung Melayu, Karang Anyer, Pejambon Mampang. Tetapi khusus tanah yang dibeli di Depok bersifat sebagai tanah partikelir, atau terlepas dari kekuasaan Belanda.

Sebagai tuan tanah partikelir, Chastelein memiliki Eigendom/Hak atas tanah tersebut, untuk mengurus tanahnya, dan memerintah sesuai dengan kebijaksanaan yang ditetapkannya sendiri.

Chastelein mengatur pemerintahannya dari sebuth gedung, yang sekarang digunakan sebagai “Rumah Sakit Harapan” yang kini terletak di jalan Pemuda.

Dengan menggunakan 150 orang budak yang ia dapatkan dari kawasan Indonesia Timur (kalimantan, sulawesi, Bali dan sedikit Betawi). Chastelein menetapkan system cukai sebesar 20% dari setiap panen padi.

Chastelein berhasil membangun Depok hingga awal abad 20. Suasana Depok yang asri, iklim yang sejuk, rumpun bamboo yang subur, dengan hamparan sawah di sana sini, ditambah dengan jalan-jalan berbatu nampak begitu bersih dan asri.

Pada saat tinggal di Depok, Chastelein menikahi dua wanita pribumi. Dari salah seorang isterinya, lahirlah Maria Chastelein, yang diakui sebagai anak kandungnya dihadapan notaries, dan seorang anaknya lagi diberi nama Catharina van Batavia.

Padahal ketika ia bermukim di Batavia ia pun sudah menikahi seorang gadis Belanda bernama Catharina van Vaalberg yang dikaruniai seorang putera yang dinamakan sama dengan ayahnya Antoni Chastelein.

Chastelein juga melancarkan misi menyebarkan agama Kristen di Depok. Pada tahun 1700, Chastelein membangun sebuah Gereja yang dinamakan dengan nama “Gereja Emmanuel” yang pada awalnya terbuat dari kayu.

Awal abad ke-19 gereja itu direnovasi, karena hancur tertimpa gempa pada tahun 1836. Tetapi gereja tersebut dibangun kembali, setelah bertahun –tahun lamanya. Gereja yang terletak di jalan Pemuda tersebut, masih kokoh sampai sekarang.

Selain membangun Gereja di Depok, Chastelein juga membangun sebuah “Sekolah Seminari Pertama di Indonesia”, pada tahun 1878 sekolah tersebut berhasil menghasilkan alumni pertamanya, yakni pendeta-pendeta baru.

Sejak itu, setiap tahunnya para penginjil tersebut banyak tumbuh di Indonesia. Sekarang gedung sekolah tersebut digunakan sebagai panti wreda, yang letaknya di dekat stasiun Depok Lama.

Nama Kota Depok
Banyak kalangan yang mencoba mereka-reka asal usul kata Depok. Ada yang mengatakan kata “Padepokan” asal dari kata Depok. Karena dulu di Depok merupakan padepokan para pejuang Pajajaran, yang kala itu berseteru dengan Banten dan Cirebon.

Tetapi yang benar adalah, DEPOK itu berasal dari singkatan dari “De eerste Protestante Organisatie van Kristenen” yang dibuat oleh Chastelein.

Peninggalan Chastelein
Selama masa hidupnya Chastelein meninggalkan beberapa bangunan sejarah antara lain:

Gereja Emmanuel lokasi di jalan Pemuda Depok, Rumah Sakit Harapan (dahulu ada kantor pemerintahan Chastelein) lokasi di jalan Pemuda Depok, Rumah Cornelis Chastelein sendiri yang sekarang menjadi kantor Yayasan Cornelis Chastelein

Serta bangunan-bangunan para pengikut Chastelein di Depok berjumlah + 120 namun sekarang hanya ada 45 yang asli dan yang lainnya sudah direnovasi.

Minggu, 30 Agustus 2009

Jumat, 28 Agustus 2009

Tentang kami....

Terbentuk pada 27 Juli 2005. Nama S-PROject kami ambil dari makna (Proyek yang Santai - Santai Project - S-Project). Yang jelas buat kami S-PROject adalah suatu nama yang membuat spirit kami dalam bermusik, yang selalu ingin dapat dinikmati pendengarnya dengan santai.
Sedangkan Mix Generation, merupakan perpaduan Sapto dan Fijal yang bukan merupakan persekawanan sebaya, melainkan kami mempunyai perbedaan usia yang cukup jauh.

Sapto, sebagai pengarang lagu, dan Fijal sebagai musisi, sadar bermain musik dalam sebuah Band memang mudah, tetapi ada satu hal yang paling sulit dilakukan, yaitu menyatukan sifat setiap individu personil yang berlatar belakang berbeda.

Untuk itu, kami lebih senang untuk menjalankan PROject ini berdua saja. Sedangkan sekiranya, kami perlu perform, maka kami lebih senang untuk menggunakan additional player, atau bahkan playback.

Hal ini tidak terlepas dari pengalaman kami berdua, yakni beberapa kali mencoba membuat band dengan banyak personil, tetapi yang ada selalu kandas di tengah jalan.

Sapto sadar, sebagai seorang pengarang yang hanya pas-pasan bermain gitar, dan Fijal sebagai musisi yang memiliki keterbatasan, maka kami pun harus berusaha sekuat tenaga setiap malam Sabtu dan Minggu, di Studio sederhana kami sendiri (CC Corner), untuk merealisasikan ini semua.

Tanggal 7 Februari 2009, kami menyemangati diri untuk melangkah kembali, setelah vakum selama 4 tahun, dan tanggal 17 Agustus 2009, kami bersyukur, 4 lagu selesai kami mixing di studio CC Corner.

Genre
Soft Rock

S-PROject
Musician Studio

Studio
CC Corner

Member
Sapto : Pencipta Lagu, Lyric, Vocal, Suara Latar, Rythem

Fijal : Penata Musik, Penata Olah Rekam, Lead Guitar, Bass Midi, Drum Midi

Contact Person :
Agoeng : Asst. Manager
Telp : 021 70378474, HP : 08569000930

Alamat :
Wisma Jaya, Blok CC 9 No. 1 Bekasi 17111 Indonesia


Berani Berfikir Sendiri

Berani Berfikir Sendiri


New Comers

1. Suasana Hati: Oranye
2. FIL: Susu Kaleng
3. Ruang Hampa: Patriot
4. MoKa: B-Jazz
5. Sang Saka: Patriot
6. Cinta SMU: Susu Kaleng
7. Cinta Santai: Oranye
8. Mimpi: B-Jazz
- Ruang Hampa: KapaSius
free counters